Mengenal Dewan Masjid Indonesia
Lebih dari lima dekade menjadi garda terdepan dalam pembinaan, pengelolaan, dan pemakmuran masjid di seluruh penjuru Indonesia.
Sejarah DMI
Pendirian DMI
DMI didirikan pada 22 November 1972 atas prakarsa para ulama dan tokoh masyarakat dengan misi memakmurkan masjid di seluruh Indonesia.
Ekspansi Nasional
DMI mulai membentuk Dewan Pimpinan Wilayah di seluruh provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia, memperkuat jaringan nasional.
Program Pemberdayaan
Peluncuran program-program pemberdayaan umat berbasis masjid: pendidikan, kesehatan, dan ekonomi kerakyatan.
Era Reformasi
Memasuki era reformasi, DMI beradaptasi dengan membuka program-program baru sesuai kebutuhan umat yang terus berkembang.
Transformasi Digital
DMI mulai memanfaatkan teknologi informasi untuk mengelola dan menghubungkan masjid-masjid di seluruh Indonesia.
DMI Modern
DMI bertransformasi menjadi organisasi modern yang inklusif dengan program digitalisasi masjid, green mosque, dan ekonomi syariah.
Visi & Misi DMI
Visi
Terwujudnya masjid sebagai pusat peradaban Islam yang maju, modern, dan mandiri dalam memberdayakan umat menuju masyarakat yang bertakwa, sejahtera, dan berkeadilan.
Misi
- Membina dan memberdayakan masjid sebagai pusat kegiatan umat Islam
- Meningkatkan kualitas sumber daya manusia pengelola masjid
- Mengembangkan program ekonomi, pendidikan, dan sosial berbasis masjid
- Memperkuat ukhuwah islamiyah melalui sinergi antar masjid
- Menjadikan masjid sebagai agen perubahan sosial yang positif
Struktur Organisasi
Pengurus Pusat DMI Periode 2021–2026
Dr. H. M. Jusuf Kalla
Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, memimpin DMI sejak 2012.
H. Imam Addaruqutni
Memimpin operasional harian dan kesekretariatan DMI Pusat.
H. Misbahul Munir
Bertanggung jawab atas pengelolaan keuangan dan aset organisasi.
34 Wilayah Kerja
DMI hadir di seluruh 34 provinsi di Indonesia melalui Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) yang aktif membina masjid di masing-masing daerah.